Masyarakat modern lebih tertarik dengan masyarakat makanan kemasan siap makan dibandingkan makanan yang dimasak sendiri. Hal ini dikarenakan makanan yang bisa langsung dimakan lebih praktis, tahan lama, aman dikonsumsi dan mempunyai rasa yang enak.
Kalau menginginkan produk ini bukan untuk dikonsumsi melainkan untuk dijual kembali sebaiknya berhati-hati ketika memilih produk makanan kemasan. Usahakan untuk membaca ulasan berikut ini agar mengetahui bagaimana strategis itu memilih produk kemasan.
Pentingnya Mengevaluasi Produk Makanan Siap Makan
Meskipun terdengar merepotkan, namun evaluasi produk makanan siap saji menjadi hal yang sangat wajib untuk dilakukan. Proses ini bisa mencegah terjadinya berbagai macam risiko bisnis sebagai berikut.
- Keterlambatan pasokan yang dapat mengganggu operasional bisnis.
- Keluhan pelanggan karena kualitas produk yang berubah-ubah.
- Produk tidak sesuai dengan standar regulasi.
- Masalah keamanan pangan yang bisa merusak citra perusahaan.
- Tingginya angka pengembalian produk akibat kadaluwarsa.
Agar tidak timbul risiko seperti itu maka perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap produk yang akan dibeli sebelum memesan produk dalam jumlah yang banyak.
Cara Praktis Menilai Kualitas Produk
Penilaian kualitas makanan siap makan tidak hanya sekedar menilai tampilan atau rasa saja, ada banyak hal yang perlu dievaluasi untuk memastikan bagus dan tidaknya kualitas produk. Berikut ini beberapa aspek yang wajib untuk dievaluasi.
Konsistensi Rasa
Pembeli harus memastikan rasa produk yang dibeli selalu konsisten karena konsumen sangat menginginkan pengalaman rasa yang selalu sama setiap kali mengonsumsi produk. Untuk memastikan rasanya konsisten maka perlu mengecek keseimbangan komposisi bahan dan bumbu.
Selain itu, perlu juga mengecek kesesuaian produk dengan target pasar dan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk melalui uji coba rasa. Produk makanan kemasan siap makan yang berkualitas selalu menawarkan rasa yang sama dalam setiap kemasan.
Kualitas Bahan Baku
Memilih produk juga wajib memperhatikan kualitas bahan baku yang digunakan. Pembeli harus mengecek sumber bahan baku produk, apakah berasal dari sumber terpercaya atau tidak. Pastikan memilih produk yang bahan utamanya berasal dari supplier terpercaya.
Tampilan Produk
Tampilan produk ready to eat juga wajib diperhatikan karena penampilan produk sangat mempengaruhi kualitas produk secara keseluruhan. Kalau produk memiliki warna yang sama, tekstur yang sesuai, tidak memiliki kerusakan fisik pada isi produk ataupun kemasan berarti kualitasnya bagus. Tapi kalau dari kemasannya saja sudah rusak maka bisa dipastikan produknya jelek.
Keamanan Pangan
Agar tidak bermasalah dengan hukum sebaiknya cek keamanan pangan terlebih dahulu. Produk yang bisa langsung dimakan jauh lebih berisiko dibandingkan bahan mentah karena ada proses tambahan yang digunakan untuk membuat produk ini.
Produk ready to eat meal yang berkualitas dibuat menggunakan prosedur keamanan dan kebersihan sesuai standar. Contohnya dibuat di tempat yang bersih menggunakan peralatan yang steril oleh pekerja yang menggunakan pakaian bersih dan higienis.
Sertifikasi dan Legalitas
Pengecekan legalitas dan sertifikasi produk menjadi hal yang wajib untuk dilakukan karena sertifikasi merupakan bukti nyata bahwa produk dibuat menggunakan bahan berkualitas melalui proses produksi yang sesuai standar.
Produk makanan kemasan siap makan bisa dikatakan berkualitas apabila memiliki sertifikasi halal dan izin edar dari BPOM. Selain itu, produk juga mempunyai beberapa sertifikasi tambahan yang membuktikan kualitas dan keamanan produk terjamin. Contoh sertifikasinya adalah HACCP, ISO 22000 atau GMP. Kalau sertifikasinya lengkap maka kecil kemungkinan produk ditarik dari pasaran.
Kemasan Produk
Untuk buyer horeca yang ingin memberikan pengalaman terbaik untuk konsumen wajib membeli produk berkualitas. Produk seperti ini biasanya dikemas menggunakan bahan yang tidak mudah rusak, mudah dibawa, mudah disimpan, mudah dibuka dan praktis untuk dikonsumsi.
Selain itu, produk juga dikemas dalam kemasan yang memiliki desain menarik dan mempunyai branding yang kuat. Kemasan produk berkualitas juga mempunyai informasi lengkap seputar produk, mulai dari informasi nama produk, komposisi, berat bersih, informasi nilai gizi, nomor izin edar, tanggal produksi dan kadaluwarsa.
Masa Simpan Produk
Produk makanan yang bisa dimakan langsung mempunyai masa Simpan yang jauh lebih panjang dibanding makanan segar. Meskipun begitu, pembeli tetap harus mengecek berapa lama masa simpan produk makanan secara teliti. Pastikan untuk meminta hasil uji laboratorium atau data stabilitas produk ke supplier untuk mengetahui masa simpan produk.
Selain itu, pastikan juga produk bisa mempertahankan aroma, rasa, nilai gizi, tekstur dan penampilan selama masa simpan. Untuk mendapatkan produk seperti ini caranya adalah datangi pameran F&B, pada pameran ini banyak supplier yang menawarkan produk makanan kualitas nomor satu.
Profesionalisme Supplier
Kualitas produk tergantung dari profesionalisme supplier. Jadi penting sekali untuk mengetahui seberapa profesional supplier dalam menangani konsumen. Contohnya dalam hal penyediaan stok produk. Pembeli harus memilih supplier yang memiliki stok produk yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen, baik saat permintaan pasar sedang normal maupun saat mengalami peningkatan.
Selain itu, cek juga pelayanan yang diberikan supplier. Pastikan supplier memberikan layanan dukungan pelanggan yang dapat membantu ketika mengalami permasalahan atau membutuhkan informasi seputar produk. Supplier yang berkualitas dan profesional mudah sekali ditemukan di food expo Indonesia ternama seperti SIAL Interfood.
Pameran ini merupakan tempat berkumpulnya supplier makanan kemasan siap makan dari seluruh daerah di Indonesia. Pembeli bisa menemukan berbagai macam produk berkualitas dari supplier berbeda-beda.
Selain itu, pembeli juga bisa mendapatkan informasi mengenai tren bisnis produk makanan yang sedang populer di masyarakat. Kalau ingin menghadiri pameran ini bisa datang ke JIEXPO Jakarta pada tanggal 4 sampai 6 November.