Industri makanan dan minuman terus mengalami perkembangan yang signifikan, terutama pada sektor B2B yang melibatkan hotel, restoran, katering, dan jaringan retail modern. Salah satu segmen yang menunjukkan pertumbuhan stabil adalah bisnis daging beku. Kebutuhan akan produk yang memiliki masa simpan lebih panjang, kualitas terjaga, serta distribusi yang efisien menjadikan kategori ini semakin diminati oleh pelaku usaha.
Bagi para exhibitor maupun visitor dalam ajang pameran industri seperti SIAL Interfood, memahami tren pasar produk protein termasuk ayam beku menjadi penting untuk menemukan peluang bisnis baru, memperluas jaringan distribusi, serta menjalin kerja sama dengan mitra potensial. Tidak hanya bagi produsen, peluang ini juga terbuka bagi distributor, importir, dan perusahaan foodservice yang ingin memperkuat posisinya di pasar.
Pertumbuhan Permintaan Produk Protein Beku di Sektor Horeca
Sektor hotel, restoran, kafe, dan katering (horeca) membutuhkan pasokan bahan baku yang konsisten dari sisi kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, produk daging beku menjadi pilihan utama karena mampu memberikan efisiensi operasional dan meminimalkan risiko kerusakan produk.
Selain daging sapi dan seafood, produk berbahan unggas seperti ayam broiler juga menjadi komoditas yang memiliki permintaan tinggi. Banyak pelaku usaha foodservice memilih produk unggas berkualitas dengan standar keamanan pangan yang baik untuk menjaga konsistensi menu yang mereka tawarkan.
Pesatnya pertumbuhan restoran cepat saji, layanan cloud kitchen, dan supermarket modern menyebabkan kebutuhan akan sistem cold chain yang terpercaya terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan distribusi produk beku untuk memperluas pasar.
Target Buyer Potensial dalam Industri Horeca dan Retail
Dalam konteks B2B, pasar produk beku memiliki segmen pembeli yang sangat luas. Beberapa target buyer yang memiliki permintaan tinggi meliputi:
Hotel dan Resort
Industri perhotelan membutuhkan pasokan bahan baku secara rutin dengan kualitas yang seragam. Stabilitas suplai menjadi faktor penting agar operasional dapur berjalan tanpa hambatan.
Restoran dan Jaringan Waralaba
Pelaku restoran skala besar membutuhkan produk yang mudah disimpan dan memiliki standar kualitas yang konsisten. Produk ayam frozen menjadi salah satu kategori yang paling banyak digunakan karena fleksibilitasnya dalam berbagai konsep menu.
Perusahaan Catering dan Foodservice
Perusahaan katering untuk industri, rumah sakit, sekolah, maupun maskapai penerbangan membutuhkan pemasok yang mampu menyediakan volume besar dengan jadwal distribusi yang teratur.
Retail Modern dan Supermarket
Supermarket, minimarket, dan toko grosir modern menjadi saluran distribusi yang penting untuk produk daging beku. Kehadiran produk dengan kemasan yang sesuai kebutuhan pasar dapat meningkatkan daya saing di rak retail.
Distributor Regional
Supplier ayam potong berperan penting dalam menjangkau wilayah yang lebih luas. Mereka menjadi mitra strategis bagi produsen untuk mempercepat penetrasi pasar dan memperluas jaringan penjualan.
Peran Pameran Industri dalam Membuka Peluang Bisnis
Ajang pameran F&B memiliki peran penting dalam mempertemukan produsen, distributor, importir, dan calon pembeli dari berbagai wilayah. Melalui pameran industri, perusahaan dapat memperkenalkan produk terbaru sekaligus menjalin kerja sama strategis dengan pelaku usaha lainnya.
Tidak hanya sebagai sarana promosi, pameran juga menjadi tempat untuk memahami tren pasar, perkembangan teknologi pengolahan makanan, serta kebutuhan konsumen bisnis yang terus berubah.
Dalam skala nasional, berbagai agenda food expo Indonesia menjadi wadah yang efektif bagi perusahaan untuk memperluas jaringan dan meningkatkan eksposur merek di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Strategi Masuk Pasar bagi Pelaku Industri
Untuk memenangkan persaingan, perusahaan perlu memiliki strategi yang tepat dalam memasuki pasar. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Memahami Kebutuhan Buyer
Setiap segmen memiliki karakteristik yang berbeda. Hotel berbintang, restoran waralaba, hingga retail modern memiliki standar dan spesifikasi produk yang tidak sama. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memahami kebutuhan masing-masing pelanggan, mulai dari ukuran produk, jenis kemasan, volume pemesanan, hingga persyaratan sertifikasi.
Dengan pendekatan yang sesuai, perusahaan dapat menawarkan solusi yang lebih relevan dan meningkatkan peluang terjadinya kerja sama jangka panjang.
Menawarkan Konsistensi Produk
Kualitas yang konsisten menjadi faktor utama dalam mempertahankan hubungan bisnis jangka panjang dengan buyer horeca. Kemampuan menjaga ketepatan jadwal pengiriman serta memenuhi kebutuhan dalam volume besar menjadi nilai tambah yang sangat dihargai oleh pelanggan.
Memanfaatkan Teknologi
Digitalisasi dalam proses pemesanan, manajemen inventaris, serta sistem pelacakan distribusi dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing perusahaan. Pemanfaatan teknologi juga memungkinkan pelaku usaha memantau ketersediaan stok secara langsung, mempercepat proses transaksi, dan memastikan produk sampai kepada pelanggan dalam kondisi yang sesuai standar.
Membangun Kemitraan Strategis
Kolaborasi dengan distributor, perusahaan logistik, maupun jaringan retail dapat membantu mempercepat ekspansi pasar dan meningkatkan volume penjualan. Kemitraan strategis juga memungkinkan perusahaan memperoleh akses ke jaringan pelanggan yang lebih luas, memperkuat sistem distribusi, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok.
Tren daging beku di sektor horeca dan retail terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya kebutuhan akan pasokan yang stabil, efisien, dan berkualitas. Kondisi ini membuka peluang bagi supplier, distributor, dan pelaku foodservice untuk memperluas pasar serta membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan.
Ingin mengetahui tren terbaru dan bertemu langsung dengan pelaku industri F&B? Kunjungi SIAL InterFOOD 2026 yang akan diselenggarakan pada 4–6 November 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ajang ini menjadi kesempatan strategis untuk menjalin kerja sama dengan supplier, distributor, dan buyer dari sektor horeca, retail, serta foodservice.