Salah satu jenis bisnis yang menjanjikan di industri makanan dan minuman adalah bisnis makanan siap saji. Bisnis ini memiliki peluang yang cukup besar untuk tumbuh dan menghasilkan banyak keuntungan.
Kalau Anda ingin mencoba memulai bisnis ini maka perlu mengetahui seberapa besar peluang bisnis ini dan harus bisa menilai kualitas supplier. Pada artikel ini akan dibahas secara lengkap tentang peluang bisnis serta tata cara mengevaluasi kualitas dan kemampuan supplier.
Peluang Bisnis Makanan Siap Saji
Bisnis makanan siap makan terbilang sangat menjanjikan di Indonesia. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia suka dengan makanan siap konsumsi. Ada berbagai jenis produk yang bisa Anda tawarkan saat menjalankan bisnis ini, contohnya makanan beku, makanan siap masak dan siap makan.
Contoh produk yang mudah dipasarkan adalah sosis, daging beku, nugget, bakso dan lain sebagainya. Produk-produk ini tidak hanya disukai satu kalangan saja, hampir semua kalangan konsumen di Indonesia sangat suka dengan produk tersebut karena harganya terjangkau dan rasanya enak.
Cara Mengevaluasi Supplier Makanan Siap Saji
Kalau tertarik menjalankan bisnis ini maka perlu berhati-hati ketika memilih supplier makanan siap saji karena lancar dan tidaknya bisnis ini tergantung produk yang disediakan oleh supplier. Kalau ingin mendapatkan supplier yang bagus sebaiknya lakukan evaluasi secara menyeluruh, seperti yang ada di bawah ini.
Evaluasi Kualitas Produk
Kualitas produk yang dimiliki supplier sangat dipengaruhi bahan baku yang digunakan untuk membuat produk. Jadi penting sekali untuk memastikan bahwa bahan bakunya berkualitas. Pengecekan bahan baku ini bisa dilakukan dengan cara menanyakan sumber bahan baku. Pastikan bahan baku didapatkan dari sumber yang terpercaya.
Selain itu, perhatikan juga tekstur dan rasa produk. Anda dapat meminta sampel produk ke supplier untuk menilai tekstur, aroma dan rasa produk ready to eat. Kalau tidak ada aroma menyengat, teksturnya tidak lembek dan rasanya konsisten maka produknya bagus.
Anda juga harus memperhatikan masa simpan produk. Pastikan memilih produk yang masa simpannya panjang agar tidak mengalami kerugian ketika produk belum laku dan kadaluwarsa. Produk dengan umur simpan yang lama biasanya diawetkan menggunakan metode yang tepat dan disimpan di suhu yang sesuai.
Evaluasi Keamanan Produk
Agar bisnis makanan siap saji tidak bermasalah dengan hukum maka perlu menjual produk yang aman dikonsumsi. Kalau sampai menjual produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan bisa saja bermasalah dengan hukum karena produk seperti ini rentan terkontaminasi dan mengalami kerusakan selama proses pengiriman.
Produk bisa dikatakan aman apabila supplier selalu mengikuti standar operasional prosedur dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu, supplier juga menjalankan program pengendalian mutu dan sanitasi yang jelas.
Evaluasi Sertifikasi
Sebelum membeli produk ready to eat meal di supplier wajib untuk mengevaluasi sertifikasi yang sudah dimiliki supplier. Anda harus memilih supplier yang mempunyai sertifikasi lengkap, contohnya memiliki sertifikasi halal yang membuktikan produk aman dikonsumsi umat muslim dan izin edar BPOM yang menunjukkan produk sudah mendapatkan izin untuk dijual.
Selain itu, supplier juga harus mempunyai sertifikasi yang menunjukkan penggunaan sistem pengendalian mutu yang baik. Contoh sertifikasinya adalah Good Manufacturing Practices, ISO 22000 dan Hazard Analysis and Critical Control Points.
Evaluasi Packaging
Bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis di sektor horeca wajib untuk mengevaluasi packaging. Buyer horeca harus memastikan kemasan produk kualitasnya bagus. Kemasan bisa dikatakan bagus apabila dapat melindungi produk dari kelembaban, kontaminasi, kerusakan fisik selama pengiriman dan cahaya matahari.
Selain itu, kemasan produk juga harus dilengkapi label yang mencantumkan informasi-informasi penting seputar produk seperti informasi nutrisi, informasi produsen, tanggal produksi, tanggal kadaluwarsa, nama produk dan petunjuk penyimpanan.
Evaluasi Kesiapan Supplier
Bisnis makanan siap saji bisa berjalan lancar ketika mendapatkan pasokan yang cukup dari supplier. Jadi penting sekali untuk mengevaluasi kemampuan supplier dalam memenuhi permintaan konsumen. Anda dapat mengecek kapasitas produksi harian, mingguan atau bulanan dan menilai kemampuan supplier dalam memenuhi kenaikan permintaan produk.
Selain itu, perhatikan juga sistem distribusi yang digunakan oleh supplier. Pastikan supplier sudah mempunyai armada yang dilengkapi sistem pendingin yang dapat menjaga kesegaran produk selama proses pengiriman. Pastikan juga, supplier sudah memiliki sistem pelacakan yang dapat dipakai untuk melacak posisi produk.
Evaluasi Harga
Mengevaluasi harga produk juga menjadi hal yang sangat penting. Anda bisa menanyakan rincian harga produk secara keseluruhan, mulai dari harga satuan dan harga grosiran. Tanyakan juga informasi mengenai biaya pengiriman yang harus ditanggung konsumen.
Kalau ingin memperoleh produk yang harganya terjangkau sebaiknya ikuti pameran F&B. Pada saat pameran seperti ini berlangsung, supplier sering sekali menawarkan produk dengan harga diskon khususnya untuk pembelian dalam jumlah yang banyak.
Evaluasi Dukungan Pelanggan
Agar tidak merasa kesulitan ketika memesan produk sebaiknya pilih supplier yang menyediakan dukungan pelanggan berkualitas. Supplier harus memiliki customer service yang dapat membantu konsumen mendapatkan informasi seputar produk dan bisa memberikan solusi terbaik untuk setiap permasalahan yang dialami konsumen.
Selain itu, perhatikan juga kemampuan dan profesionalisme karyawan supplier. Anda bisa mengecek kemampuan karyawan secara langsung dengan mendatangi food expo Indonesia. Biasanya saat pameran seperti ini berlangsung, supplier membuka stan yang dijaga karyawan. Anda bisa berkomunikasi dengan karyawan untuk mengevaluasi kemampuan mereka.
Kalau Anda ingin mendatangi pameran untuk mencari supplier makanan yang cocok untuk bisnis makanan siap saji maka bisa mendatangi SIAL Interfood. Pameran ini akan berlangsung mulai dari tanggal 4 sampai 6 November di JIEXPO Jakarta.